Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 04 Oktober 2019

Modifikasi Aktivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kreatif Siswa


Elemen PBL
Konvensional
Berpikir Kreatif
Modifikasi
Berpikir Kreatif
Mengorientasi siswa pada masalah
Menjelaskan tujuan pembelajaran, logistik yang diperlukan, memotivasi siswa terlibat aktif pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
·     Guru menanyakan kepada siswa: Mengapa kita harus makan?
·     Guru menyampaikan tujuan dan prosedur pembelajaran.
Logis
Mengarahkan siswa untuk mengetahui tujuan pembelajaran serta memotivasi siswa untuk terlibat aktif pada pemecahan masalah yang diorientasikan diawal proses pembelajaran.
·       Guru mengajak siswa untuk mengamati video tentang anak yang kerdil, manusia raksasa serta anak yang memiliki tubuh yang sehat.
·       Guru memancing siswa untuk menuangkan gagasan terhadap permasalahan tentang perbedaan pertumbuhan badan yang ditayangkan melalui video pembelajaran tersebut.

Guru menyampaikan tujuan dan prosedur pembelajaran serta logistik yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.
Melibatkan Gagasan Baru
Siswa akan mengeluarkan berbagai gagasan-gagasan baru ketika mengamati dan memahami video pembelajaran yang telah diberikan.

Berpikir Divergen
Siswa akan mengembangkan gagasan-gagasan mereka untuk menjawab pertanyaan, memberikan solusi ataupun menanggapi pernyataan dari temannya tentang perbedaan dari anak yang bertubuh kerdil, raksasa dan memiliki tubuh yang sehat.

Logis
Siswa akan berpikir logis untuk mengungkapkan gagasan dan menjawab pertanyaan tentang video pembelajaran tersebut.

Mengorganisasi siswa untuk belajar
Membantu siswa membatasi dan mengorganisasi tugas belajar yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi.
·     Guru mengajak peserta didik untuk mengamati gambar berbagai
    makanan dan
    kandungan zat makanan tersebut.
·     Siswa diminta untuk menentukan zat-zat makanan yang diperlukan oleh tubuh dan memberikan contoh makanan yang berguna bagi tubuh.
Logis,
Originalitas
Mengarahkan siswa untuk membatasi masalah dan membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi.
·     Guru mengajak peserta didik untuk melakukan uji kandungan makanan dengan beberapa bahan makanan yang telah disiapkan.
·     Siswa diarahkan untuk menentukan kandungan zat dari beberapa bahan makanan yang telah disediakan melalui uji kandungan zat.
·     Guru mengarahkan siswa untuk menentukan fungsi dari berbagai kandungan zat yang diperlukan oleh tubuh.

Berpikir Divergen
Siswa berpikir untuk menentukan dan menyimpulkan apa saja kandungan zat dari makanan tersebut dan apa saja fungsinya bagi tubuh guna membantu dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

Logis
Siswa akan berfikir logis untuk mengungkapkan gagasan dan menjawab pertanyaan.

Originalitas
Siswa akan menjawab berbagai permasalahan atau pertanyaan berdasarkan hasil pemikiran mereka sendiri melalui pengamatan/
Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok
Guru mengarahkan peserta didik untuk mencari dan menemukan berbagai informasi dan menjadi fasilitator untuk menjawab pertanyaan yang telah diberikan.
Melibatkan Gagasan Baru, Berpikir Divergen
·     Guru memberikan arahan pada siswa terkait prosedur kerja untuk melakukan uji kandungan zat makan secara berkelompok.
·     Guru mengarahkan siswa untuk merumuskan informasi-informasi berdasarkan hasil uji kandungan zat yang telah dilakukan.
·     Guru mengarahkan siswa untuk berdiskusi dalam menentukan fungsi dari berbagai kandungan zat yang diperlukan oleh tubuh dan menganalisis dampak yang terjadi pada tubuh apabila zat makanan tersebut tidak terpenuhi dalam tubuh .

Berpikir Analogis
siswa akan berpikir secara analogis ketika mengaitkan hasil pengamatan uji kandungan makanan dengan kegunaan zat makanan tersebut bagi tubuh hingga menarik kesimpulan terkait dampak yang ditimbulkan jika zat tersebut tidak terpenuhi bagi tubuh.

Melibatkan Gagasan Baru
Siswa akan menemukan berbagai gagasan baru melalui hasil pengamatan dan mengkajinya bersama kelompok masing-masing.

Berpikir Divergen
Bersama kelompok masing-masing siswa akan mengemukakan berbagai pendapat mereka terkait dari hasil uji coba kandungan zat terdapat dalam makan melalui uji coba yang telah dilakukan.
Kemudian siswa mendiskusikan dan mengembangkan gagasan-gagasan mereka untuk menjawab  pertanyaan, memberikan solusi ataupun menanggapi pernyataan dari temannya tentang fungsi dari berbagai kandungan zat makanan protein, karbohidrat, dan lemak yang di perlukan oleh tubuh, dan menganalisis dampak yang terjadi pada tubuh apabila zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh tidak terpenuhi.
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Siswa akan menuangkan jawaban mereka dalam bentuk laporan dan mempresentasikan di depan kelas
Logis
·        Guru menginstruksikan kepada siswa untuk membuat laporan uji kandungan zat dalam bentuk charta dan poster, kemudian mempresentasikannya di depan kelas.
·        Siswa akan mengembangkan gagasan mereka dalam menjelaskan fungsi dari berbagai kandungan zat yang diperlukan serta dampak yang ditimbulkan apabila zat makanan tersebut tidak terpenuhi.
Membuat Gagasan Baru
Siswa akan menjelaskan menjelaskan berbagai informasi yang di dapat dari hasil setiap uji kandungan zat makanan dalam bentuk charta dengan gagasan-gasan baru yang telah mereka temukan melalui pengamatan untuk mempermudah pemahaman ditambah dengan informasi-informasi terkait.

Berpikir Logis
Siswa akan berpikir logis dalam menjelaskan fungsi dari berbagai kandungan zat makanan sepeti, protein, karbohidrat, dan lemak yang di perlukan oleh tubuh serta dampak yang ditimbulkan apabila tidak terpenuhi dengan adanya perbagai gangguan pencernaan dan penyakit lainnya.

Menganalisis dan Mengevaluasi proses pemecahan masalah
·        Guru mengarahkan peserta didik lainnya untuk menganalisis dan menanggapi hasil kerja dari teman yang sudah mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas.
·        Guru mengajak peserta didik untuk membuat kesimpulan.


Berpikir Logis
·       Siswa secara berkelompok akan menanggapi hasil presentasi dari kelompok lainnya.
·       Guru mengkonfirmasi dan mengevaluasi hasil kerja dan diskusi yang telah dilakukan.
·       Guru memberikan penghargaan untuk kelompok yang terbaik.
·       Guru membimbing peserta didik untuk membuat kesimpulan.


Melibatkan Gagasan Baru.
Siswa akan menyampaikan berbagai gagasan baru berdasarkan hasil dari analisis dan tanggapan mereka terhadap hasil kerja teman yang sudah di presentasikan

Berpikir Logis dan Mengembangkan Originalitas :
Siswa akan berpikir logis untuk membuat kesimpulan dan mengembangkan orisinalitas dengan menyampaikan kesimpulan berdasarjan keaslian dari hasil kerja dan diskusi yang telah dilakukan

Pertanyaan.
1. Apa saja karakteristik Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)?
2. Menurutmu, Bagaimana pola pikir yang kreatif pada siswa?
3. Jelaskan apa saja tahap pola berpikir kreatif pada siswa?
4. Jelaskan kaitan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pola pikir kreatif siswa?
5. Jelaskan indikator berpikir kreatif siswa Mengembangkan dan menyajikan hasil karya siswa pada Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)?

50 komentar:

  1. Menurut Trianto “2009:93”, karakteristik model pembelajaran Problem Based Learning “PBL” adalah:
    Adanya pengajuan pertanyaan atau masalah.
    Berfokus pada keterkaitan antar disiplin.
    Penyelidikan autentik.
    Menghasilkan produk atau karya dan mempresentasikannya.
    Dan kerja sama.

    BalasHapus
  2. Ada 6 karakteristik problem based learning. Belajar dimulai dengan satu permasalahan, Memastikan masalah tersebut adalah masalah yang berkaitan dengan dunia nyata peserta, Mengorganisir pembelajaran yang berkaitan dengan masalah, bukan membahas seputar disiplin ilmu, Memberi tanggungjawab yang besar pada peserta untuk menjalankan proses belajar secara mandiri, Menggunakan kelompok kecil, Menuntut peserta mendemonstrasikan hal – hal yang telah dipelajari dalam bentuk produk atau kinerja,

    BalasHapus
  3. Pola pikir kreatif pada siswa adalah ketika seorang siswa berani mengeluarkan dan menyatakan pendapat serta idenya dideapn kelas

    BalasHapus
  4. Karakteristik Problem Based Learning adalah sebagai berikut:

    -Permasalahan menjadi starting point dalam belajar
    -Permasalahan yang diangkat adalah permasalahan yang ada di dunia nyata yang tidak terstruktur
    -Permasalahan memebutuhkan perspektif ganda
    -Permasalahan menantang pengetahuan yang dimilki oleh Peserta didik, sikap dan kompentensi yang kemudian membutuhkan identifikasi kebutuhan belajar dan bidang baru dalam mengajar;
    -Belajar pengarahan diri menjadi hal yang utama:
    -Pemanfaatan sumber pengetahuan yang beragam, penggunaannya, dan evaluasi sumber informasi merupakan proses yang esensial dalam PBM;
    -Belajar adalah kolaboratif, komunikasi, dan kooperatif;
    -Pengembangan keterampilan inquiri dan pemecahan masalah sama pentingnya dengan penguasaan isi pengetahuan untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan;
    -Keterbukaan proses dalam PBM meliputi sintesis dan integrasi dari sebuah proses belajar; dan
    -PBM melibatkan evaluasi dan review pengalaman Peserta didik dan proses belajar

    BalasHapus
  5. Pola berpikir kreatif siswa pada model pembelajaran PBL dapat terlihat dari cara siswa tersebut memberikan solusi pada permasalahan yang telah disediakan. Dalam menyelesaikan permasalah tersebut, siswa akan mengungkapkan gagasan baru, berpikir secara logis, originalitas, analogis dan berpikir divergen untuk menyelesaikan permasalahan.

    BalasHapus
  6. Menurut saya, pola berpikir kreatif pada siswa yaitu siswa dapat memgeluarkan ide-idenya, aktif dalam bertanya maupun menjawab dalam proses pembelajaran.

    BalasHapus
  7. -karakteristik model pembelajaran PBL adalah model pembelajaran yg starting pointnya adalah pemecahan masalah
    -indikator berpikir kritis diantaranya logis,originalitas,berpikir divergen,dan bermakna

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hy astrid.trmksh jwbnnya.
      Lalu, berpikir divergen itu bagaimana?

      Hapus
  8. Pola berpikir kreatif adalah dapat menyelesaikan suatu permasalah, siswa akan mengungkapkan gagasan baru, berpikir secara logis, originalitas, analogis dan berpikir divergen untuk menyelesaikan permasalahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih listiani. Lalu bagaimana kita ketahui tentang originalitas dri pola pikir siswa tersebut?

      Hapus
  9. Menurut Trianto “2009:93”, karakteristik model pembelajaran Problem Based Learning “PBL” adalah:
    Adanya pengajuan pertanyaan atau masalah.
    Berfokus pada keterkaitan antar disiplin.
    Penyelidikan autentik.
    Menghasilkan produk atau karya dan mempresentasikannya.
    Dan kerja sama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih estitika. Lalu antar disiplin maksudnya bagaimana?

      Hapus
  10. Pola pikir kreatif pada siswa adalah ketika seorang siswa berani mengeluarkan dan menyatakan pendapat serta idenya dideapn kelas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus sekali , tetapi sesuai dengan konsep ketika seorang siswa tersebut berani mengeluarkan dan menyatakan pendapat serta idenya di depan kelas harus lah di iringi dengan aspek berpikir kreatif yg logi.

      Hapus
  11. Permasalahan menjadi starting point dalam belajar
    -Permasalahan yang diangkat adalah permasalahan yang ada di dunia nyata yang tidak terstruktur
    -Permasalahan memebutuhkan perspektif ganda
    -Permasalahan menantang pengetahuan yang dimilki oleh Peserta didik, sikap dan kompentensi yang kemudian membutuhkan identifikasi kebutuhan belajar dan bidang baru dalam mengajar;
    -Belajar pengarahan diri menjadi hal yang utama:
    -Pemanfaatan sumber pengetahuan yang beragam, penggunaannya, dan evaluasi sumber informasi merupakan proses yang esensial dalam PBM;
    -Belajar adalah kolaboratif, komunikasi, dan kooperatif;
    -Pengembangan keterampilan inquiri dan pemecahan masalah sama pentingnya dengan penguasaan isi pengetahuan untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan;
    -Keterbukaan proses dalam PBM meliputi sintesis dan integrasi dari sebuah proses belajar; dan
    -PBM melibatkan evaluasi dan review pengalaman Peserta didik dan proses belajar

    Balas

    BalasHapus
  12. Menurut Trianto “2009:93”, karakteristik model pembelajaran Problem Based Learning “PBL” adalah:

    Adanya pengajuan pertanyaan atau masalah
    Berfokus pada keterkaitan antar disiplin
    Penyelidikan autentik
    Menghasilkan produk atau karya dan mempresentasikannya
    Dan kerja sama

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih. Penyelidikan auntentik yg bagaimana?

      Hapus
  13. Halo Meri...
    Mnurut Dian, modifikasi itu sgt pnting utk mbdapatkan peningkatan kemampuan kreatif siswa

    BalasHapus
  14. Sukses tidaknya peningkatan kreatifitas seorang murid, guru sangat berpengaruh didalamnya.
    Proud of you @meri suriyani

    BalasHapus
  15. Menurut saya pola pikir kreatif yaitu dimana siswa sudah mampu mengeluarkan ide-ide, dan temuan gagasan baru dalam penyelesaian masalah yang sudah diberikan guru dalam proses pembelajaran, dan kemudian siswa sudah dapat berpikir secara logis dalam penyelesaian masalah.

    BalasHapus
  16. Kaitan antara model problem based learning dgn berpikir kreatif siswa adalah model pbl di awali dgn adanya masalah yg diberikan guru pada siswa dan menuntut siswa untuk menyelesaikannya. Untuk menyelesaikan masalah haruslah siswa tersebut bisa berpikir kreatif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Good.
      Tetapi harus dilibatkan indikator berpikir kritis juga ya rika .

      Hapus
  17. Pemecahan masalah sangat efektif digunakan untuk memahami isi pelajaran.

    Pemecahan masalah akan mendobrak dan menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa.

    Pemecahan masalah menjadikan aktivitas pembelajaran siswa lebih meningkat.

    Pemecahan masalah dapat membantu siswa mengetahui bagaimana menstansfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata.

    Pemecahan masalah dapat membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan.

    Siswa menjadi lebih peka terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

    BalasHapus
  18. Karakteristik model PBL adalah Pemecahan masalah sangat efektif digunakan untuk memahami isi pelajaran.

    Pemecahan masalah akan mendobrak dan menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa.

    Pemecahan masalah menjadikan aktivitas pembelajaran siswa lebih meningkat.

    Pemecahan masalah dapat membantu siswa mengetahui bagaimana menstansfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata.

    Pemecahan masalah dapat membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan.

    Siswa menjadi lebih peka terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

    BalasHapus
  19. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  20. Tahapan pola berfikir kreatif siswa
    1. Memahami suatu masalah yang dihadapi dan berusaha untuk mencari solusi awal untuk memecahkannya
    2. Berani dalam mengambil suatu keputusan dengan data yang valid
    3. Menguji dan memverifikasi pemahaman agar mencapai kesepakatan solusi yang akan di ambil

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih iqbal. Selain 3 tahap tersebut. Apakah ada tahapan selanjutny?

      Hapus
  21. saya ingin menjawab pertanyaan nomor 3, yakni tahap pola berpikir kreatif
    beberapa diantaranya yakni, berpikir logis dimana siswa harus mampu mengutarakan argumentasinya sesuai dengan fakta yang terkjadi berkaitan dengan materi pembelajaran dan pemikiran logis siswa itu sendiri. Berikutnya, originalitas yakni keaslian ide serta gagasan yang dituangkan siswa. Lalu, Melibatkan gagasan baru, di tahap inilah siswa diminta untuk membuat hal yang belum terpikirkan oleh orang lain sebelumny sehingga didapatlan penemuan-enemuan baru yang bersifat kreatif. Selain itu, Berpikir Divergen, yakni berpikir out of the box yang bersifat anti mainstream dan bermanfaat.

    BalasHapus
  22. Menurut Abidin (2014: 161) model
    PBL memiliki karakteristik sebagai berikut:
    a. Masalah menjadi titik awal pembelajaran.
    b. Masalah yang digunakan dalam masalah yang bersifat
    konstektual dan otentik.
    c. Masalah mendorong lahirnya kemampuan siswa berpendapat
    secara multiperspektif.
    d. Masalah yang digunkan dapat mengembangkan pengetahuan,
    sikap, dan keterampilan serta kompetensi siswa.
    e. Model PBL berorientasi pada pengembangan belajar mandiri.
    f. Model PBL memenfaatkan berbagai sumber belajar.
    g. Model PBL dilakukan melalui pembelajaran yang menekankan
    aktivitas kolaboratif, komunikatif, dan kooperatif.
    h. Model PBL menekankan pentingnya pemerolehan keterampilan
    meneliti, memecahkan masalah, dan penguasaan pengetahuan.
    i. Model PBL mendorong siswa agar mampu berfikir tingkat
    tinggi; analisis, sintesis, dan evaluatif.
    j. Model PBL diakhiri dengan evaluasi, kajian pengalaman
    belajar, dan kajian proses pembelajaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus sekali jawabannya. Tapi yang dikatakan multiperspektif itu bagaimana?

      Hapus
  23. Pola fikir siswa akan tampak pada saat siswa diberikan masalah yang sederhana tetapi permasalahan teraebut terdapat didalam kehidupan sehari-hari, senggi mampu memancing pemikiran siswa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih firda, bagaimana jika siswa tidak bisa terpncing pemikirannya?

      Hapus
  24. model pembelajaran Problem Based Learning “PBL” adalah:
    Adanya pengajuan pertanyaan atau masalah.
    Berfokus pada keterkaitan antar disiplin.
    Penyelidikan autentik.
    Menghasilkan produk atau karya dan mempresentasikannya.
    Dan kerja sama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih reza. Kerja sama yang bagaimana menurutmu?

      Hapus
  25. Menurut saya, pola berpikir kreatif siswa adalah keterampilan berpikir untuk menghasilkan ide-ide
    baru, ide-ide yang berguna, serta ide-ide alternatif yang dapat digunakan untuk
    memecahkan masalah (Abidin, 2016; DeeHan, 2011).

    BalasHapus
  26. Pola berpikir kreatif siswa adalah dimana siswa dapat menyelesaikan suatu permasalahan dan mengungkapkan gagasan baru, berpikir secara logis, originalitas, analogis dan berpikir divergen untuk menyelesaikan permasalahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih, menurutmu yang dikatakan analogis itu seperti apa?

      Hapus