Wikipedia

Hasil penelusuran

Senin, 13 Juli 2020

Masa Pengenalan Sekolah (MPLS) di Hari Pertama Masuk Sekolah saat Pendemi COVID-19


SMPN 01 Tebo – 13 Juli 2020, Senin merupakan Hari pertama Masa Pengenalan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 01 Kabupaten Tebo.

Siswa baru tahun pelajaran 2020/2021 bersama wali atau orangtuanya mendatangi lingkungan sekolah. Kedatangan siswa baru beserta wali atau orangtua merupakan agenda sekolah sebelum melangsungkan kegiatan belajar (KBM) secara masif.

Sebelum memasuki area sekolah, para siswa, orang tua dan guru pengajar diwajibkan cuci tangan dan pengecekan suhu tubuh. Tak hanya itu, juga diwajibkan memakai masker serta selalu jaga jarak. MPLS tatap muka dimulai dengan upacara pembukaan MPLS yang berlangsung sekitar 40 menit. Siswa baru rata-rata mengenakan seragam SD tampak berbaris dengan rapi serta menjaga jarak.  

Ibu Amelia Nova, S.Pd, selaku kepala sekolah mengatakan, “Pada hari ini, kita melaksanakan pembukaan MPLS . MPLS ini dilaksanakan secara umum. Meski secara tatap muka, kita tetap menerapkan protocol kesehatan.”

Sebanyak kurang lebih 190 siswa baru SMP Negeri 01 kabupaten tebo yang hadir dan akan dibagi menjadi 7 kelompok. Dengan jadwal yang telah disesuaikan.

















Selasa, 12 Mei 2020

BIOTEKNOLOGI “PEMBUATAN TAUCO”




A.    Pengertian bioteknologi
            Bioteknologi berasal dari kata bios : hidup, teuchos : alat dan logos : ilmu, sehingga bioteknologi dapat diartikan sebagai cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (protein bioaktif, enzim, vitamin, asam basa organic, alcohol, dan lain-lain) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Menurut smith, JE. (2009), bioteknologi memiliki beberapa defenisi sebagai berikut:
1.      Sebuah kata benda yang mewakili aplikasi biologi, system organisme atau proses untuk industri manufaktur dan jasa.
2.      Penggabungan ilmu biokimia, mikrobiologi dan rekayasa terpadu dalam rangka meningkatkan aplikasi teknologi (industry) dan mikroorganisme, kultur jaringan sel dan bagian-bagiannya.
3.      Sebuah teknologi menggunakan fenomena biologis untuk menyalin dan membuat berbagai jenis zat atau senyawa yang berguna.
4.      Penerapan prinsip-prinsip ilmiah dan rekayasa untuk pengolahan bahan oleh agen biologi untuk menyediakan barang dan jasa.
5.      Ilmu tentang proses produksi berdasarkan aktivitas mikroorganisme dan komponen aktifnya dan proses produksi yng melibatkan penggunaan sel dan jaringan dari organism yang lebih tinggi.
6.      Tidak lebih dari nama yang diberikan untuk sebuah set teknik dan proses-prosesnya.
7.      Penggunaan organisme hidup dan komponen-komponennya dalam bidang pertanian, pangan dan proses industry lainnya.
8.      Penguraian dan penggunaan pengetahuan biologi dan kimia.
9.      Aplikasi pengetahuan dan pemahaman kita tentang biologi untuk memenuhi kebutuhan praktis.

B.     Pengertian tauco
            Tauco adalah bumbu makanan yang terbuat dari biji kedelai yang telah direbus, dihaluskan dan diaduk dengan tepung terigu kemudian dibiarkan sampai tumbuh jamur (fermentasi). Fermentasi tauco dengan direndam dengan air garam, kemudian dijemur diterik matahari selama beberapa minggu sampai keluar aroma yang khas tauco atau rendaman berubah menjadi warna coklat kemerahan. Pada pertengahan prosesnya, rendamannya sering mengeluarkan bau yang menyengat seperti ikan busuk ini meupakan bau terasi. Dari beberapa produsen tauco tradisional mengatakan bahwa hasil rendaman, air rendamannya itu diolah menjadi kecap sedangkan biji kedelainnya menjadi tauco. Terdapat berbagai cara mengolah tauco yang masing-masing memiliki keistimewaan tersendiri. Contoh tauco yang beredar di daerah Riau berbeda dengan tauco di daerah Jawa dan Kalimantan. Tiap daerah memiliki keunikan cita rasa tersendiri.dari pengalaman, tauco dapat disimpan lama sampai bertahun-tahun dan tidak akan rusak atau basi selama penyimpannya tidak terkena air mentah ataupun terkontaminasi dengan bahan organic lannya. Penggunaan yang umum adalah sebagai bumbu atau penyedap dalam membuat lauk pauk. Misalnya ayam bumbu tauco, nasi goreng tauco dan sebagainya.
            Tauco adalah produk kedelai berbentuk pasta yang berwarna kekuning-kuningan, rasanya agak asin, dibuat dengan cara fermentasi. Tauco berfungsi sebagai penyedap masakan karena bau dan rasanya yang khas. Tauco dapat disimpan lama karena kadar garamnya cukup tinggi (diatas 14%).

C.     Cara membuat tauco.
a.       Bahan
1.      Kedelai
2.      Tepung beras
3.      Laru/ragi tempe
4.      Garam
5.      Air bersih
6.      Gula merah
7.      Jahe
8.      Lengkuas
9.      Monosodium glutamate
10.  Natrium benzoate
b.      Alat
1.      Wadah perendam
2.      Wadah perebus
3.      Tampah
4.      Kompor
5.      Kain penyaring
6.      Karung/bakul
7.      Pengaduk
8.      Ember
9.      Daun pisang
10.  Kantong plastic
11.  Karet

c. Cara pembuatan
1.      Perendaman, kedelai dibersihkan dan dicuci sampai bersih. Kemudian kedelai di rendam didalam air bersih selama 12-24 jam.
2.      Penguapan dan pembuangan kulit, kedelai dimasukkan kedalam karung atau bakul, kemudian diinjak-injak sehingga terbelah dua dan kulit biji terkelupas. Kulit biji dibuang dan biji dicuci sampai bersih. Pengupasan dan pembuangan kulit-kulit juga dapat dilakukan dengan menggunakan mesin.
3.      Perebusan, biji direbus selama 1-2 jam. Kemudian ditiriskan.
4.      Penambahan tepung beras, biji kedelai yang telah ditiriskan ditambah dengan tepung beras. Sebelumnya tepung beras ini telah disangrai. Tiap 10 kg kedelai ditambah dengan tepung beras sebanyak 2 kg. pengadukan dilakukan agar kedelai dan tepung beras tercampur rata.
5.      Fermentasi kapang, campuran kedelai tepung beras ditaburi dengan ragi tempe (1 gram tempe untuk tiap kg kedelai), diaduk agar tercampur rata dan selanjutnya dihamparkan diatas tampah setinggi 2-3 cm. campuran ini ditutup dengan daun pisang. Tampah diletakkan diatas para-para yang terlindung dari serangga,panas dan hujan. Fermentasi ini berlangsung selama 2-3 hari sampai terbentuk tempe yang lebat pertumbuhan kapangnya.
6.      Penjemuran tempe, tempe disulir-sulir atau dilepaskan butiran-butirannya. Setelah itu butiran tempe dijemur sampai kering.
7.      Penyiapan larutan garam 20%, untuk membuat 10 liter larutan garam 20% dilakukan dengan cara berikut: garam sebanyak 2 kg dimasukkan kedalam ember,kemudian tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai volume larutan menjadi 10 liter.
8.      Fermentasi garam, butiran tempe kering direndam didalam larutan garam. Tiapkg kedelai membutuhkan larutan garam sebanyak 1 liter. Perendaman dilakukan didalam wadah perendam selama 2 minggu. Hasil fermentasi disebut dengan tauco mentah.
9.      Penyiapan bumbu
·         Gula merah diiris-iris, kemudian dilarutkan dengan air (tiap kg kedelai membutuhkan 250 gram gula merah dan 25 ml air untuk melarutkan gula tersebut).
·         Jahe dan lengkuas dikupas kemudian dipukul-pukul sampaimemar (tiap kg kedelai membutuhkan jahe dan lengkuas masing-masing 20 gram)
·         Jahe dan lengkuas dimasukkan kedalam larutan gula. Kemudian dimasak sampai mendidih dan disaring dengan kain saring. Larutan ini disebut larutan gula berbumbu dan digunakan untukmembumbui tauco.
10.  Pembumbuan dan perebusan tauco, tauco mentah ditambah dengan larutan gula berbumbu. Kemudian tauco mentah dididihkan selama 3-4 jam sehingga cairan tauco mengental. Hasil perebusan ini disebut tauco masak. Tauco masakdapat ditambah dengan monosodium glutamate sebanyak 1gram untuk tiap kg tauco, agar memberikan rasa yang lebih sedap terhadap masakan.
11.  Pengawetan. Tauco masak ditambah dengan bubuk natrium benzoate agar dapat disimpan lama. Tiap kg tauco masak membutuhkan 1 gram natrium benzoate.
12.  Pengemasan, tauco masak dikemas didalam kantong plastic dan mulut kantong diikat dengan gelang karet kuat-kuat.          







Kamis, 17 Oktober 2019

Student and Teacher Activity in Learning Based on Disrupted Innovations


Aktifitas Siswa dan Guru Dalam Pembelajaran Berbasis Disrupted Inovasi
No.
Guru
Kelas
Aktivitas Guru
Pengalaman Belajar Siswa
AKTIVITAS GURU

 














AKTIVITAS SISWA

 


























1.
MERI SURIYANI
VIII 1
SMP NEGERI 1 KABUPATEN TEBO
PENDAHULUAN
1.   Mengarahkan siswa untuk Login ke situs pembelajaran, link ke youtube melihat animasi mekanisme pencernaan manusia.
2.   Menyaksikan video bagian-bagian dari organ dan kelenjar pada sistem pencernaan manusia.
3.   Menyaksikan video sistem pencernaan dari proses mekanis hingga proses kimiawi.

KEGIATAN INTI
Eksplorasi:
1.    Guru memperlihatkan video animasi tentang pencernaan
2.    Guru menjelaskan kandungan zat melalui uji kandungan zat dan mampu menyebutkan fungsi dan jenis makananya.
3.    Guru memperlihatkan video animasi tentang pencernaan mekanis dan kimiawi
4.    Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan menyediakan Lembar Jawaban Siswa (LJS) yang bisa di download oleh siswa. LJS tersebut berisi pertanyaan masalah yang harus diselesaikan oleh masing-masing kelompok mengenai penyakit yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan mengarahkan untuk mendownloadnya.
5.    Guru membimbing siswa secara online melalui chat ataupun video call.
Elaborasi
1.   Siswa menyampaikan lembar jawaban mereka melalui forum chat
2.   Siswa memverifikasi hasi LJS dengan data-data atau teori pada materi yang telah disediakan secara online
3.   Guru membimbimbing siswa dan memverifikasi kebenaran hasil LJS melalui diskusi online
Konfirmasi
1.   Guru memberikan penguatan dan umpan balik atas hasil lembar jawaban siswa melalui forum chat.
2.   Guru memberikan beberapa soal (homework)yang dapat didownload oleh siswa secara online dan jawaban dapat dikirim secara online
3.   Guru mengklarifikasi jawaban siswa melalui chat ataupun video call untuk penjelasan lebih lanjut.

KEGIATAN PENUTUP
Menyimpulkan materi pembelajaran via room chat online.

PENDAHULUAN
1.    siswa mulai Login ke situs pembelajaran, link ke youtube melihat animasi mekanisme pencernaan manusia.
2.    Siswa menyaksikan video bagian dari organ pencernaan, kelenjar dan proses mekanis-kimia pada pencernaan.

KEGIATAN INTI
Eksplorasi:
1.    Siswa melihatkan video animasi tentang pencernaan
2.    Siswa mendengarkan penjelasan mengenai kandungan zat melalui uji kandungan zat dan mampu menyebutkan fungsi dan jenis makananya.
3.    Siswa memperlihatkan video animasi tentang pencernaan mekanis dan kimiawi
4.    Siswa terbagi menjadi beberapa kelompok dan menyediakan Lembar Jawaban Siswa (LJS) yang bisa di download oleh siswa. LJS tersebut berisi pertanyaan masalah yang harus diselesaikan oleh masing-masing kelompok mengenai penyakit yang berhubungan dengan sistem pencernaan
5.    Siswa mendownload LJS tersebut
6.    Siswa diskusi secara online melalui chat ataupun video call.
Elaborasi
1.     Siswa menyampaikan lembar jawaban melalui forum chat
2.     Siswa memverifikasi hasi LJS dengan data-data atau teori pada materi yang telah disediakan secara online
Konfirmasi
1.     Siswa diberikan beberapa soal (homework)yang dapat didownload oleh siswa secara online dan jawaban dapat dikirim secara online
2.     Jawaban siswa diklarifikasi jawaban siswa melalui chat ataupun video call untuk penjelasan lebih lanjut.

KEGIATAN PENUTUP
Siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran via room chat online.




Pernyataan Self Evaluation
1. K = Know (what do i know? / apa yang sudah saya pahami)
2.  W = Want (what do i want know?/apa yang ingin saya pelajari lebih lanjut?)
3. H = How (how do i find out? bagaimana saya bisa melakukannya?)
4. L = Learn (what did i learned?/apa yang sudah saya kuasai?)
5. A = Action (what action will i take?/tindak lanjut apa yang harus saya lakukan?)
6. Q = Question (what new question do i have?/ permasalahan baru apa dari saya?)